Pencarian

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.877, Investor Cermati Data Inflasi AS dan MSCI

Rabu, 12 Agustus 2026 • 21:05:31 WIB
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.877, Investor Cermati Data Inflasi AS dan MSCI
Rupiah ditutup melemah ke level Rp17.877 pada perdagangan Rabu (12/8) setelah sempat menguat di awal sesi.

SULAWESI BARAT — Tekanan terhadap rupiah mulai terasa pada penutupan perdagangan Rabu (12/8) setelah sempat menunjukkan penguatan di sesi awal. Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menuturkan, penguatan yang terjadi sebelumnya langsung terimbas aksi ambil untung pelaku pasar.

"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS oleh kehati-hatian investor mengantisipasi data inflasi AS malam ini dan pengumuman MSCI Kamis dini hari. Walau sempat didukung oleh pengajuan Destry sebagai gubernur BI, penguatan yang besar itu terimbas aksi profit taking, terlebih setelah data penjualan ritel yang mengecewakan," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Peso dan Ringgit Perkasa, Yen dan Won Tertekan

Di kawasan Asia, pergerakan mata uang terhadap dolar AS cenderung bervariasi. Peso Filipina menjadi salah satu penguat terbesar dengan apresiasi 0,08 persen, disusul ringgit Malaysia yang naik 0,10 persen. Sementara itu, yuan China terpantau stabil dalam perdagangan hari ini.

Di sisi lain, sejumlah mata uang regional justru mengalami depresiasi. Won Korea Selatan menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 0,36 persen, diikuti dolar Singapura yang melemah 0,04 persen. Yen Jepang turun tipis 0,03 persen, dan dolar Hong Kong terkoreksi 0,01 persen.

Mata Uang Utama Negara Maju: Pound dan Dolar Kanada Menguat

Kondisi serupa juga terjadi pada mata uang negara maju. Poundsterling Inggris berhasil menguat 0,03 persen dan dolar Kanada terapresiasi 0,04 persen terhadap dolar AS. Penguatan ini berbanding terbalik dengan pergerakan euro Eropa yang melemah 0,03 persen.

Dolar Australia ikut terkoreksi 0,03 persen, sementara franc Swiss menjadi yang paling dalam penurunannya dengan depresiasi 0,25 persen. Variasi pergerakan ini mencerminkan ketidakpastian pasar global yang masih tinggi jelang pengumuman data ekonomi penting dari AS.

Sentimen Pasar: Antara Pencalonan Gubernur BI dan Data Ekonomi AS

Pasar sempat mendapat angin segar dari kabar pengajuan Destry sebagai calon gubernur Bank Indonesia. Sentimen positif ini sempat mendorong penguatan rupiah di awal sesi. Namun, dorongan tersebut tidak bertahan lama karena pelaku pasar memilih mengunci keuntungan.

Data penjualan ritel domestik yang dirilis dan dinilai mengecewakan turut memperberat tekanan terhadap nilai tukar. Investor kini mengalihkan fokus ke rilis data inflasi AS yang dijadwalkan keluar malam ini, yang akan menjadi sinyal bagi arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan. Pengumuman MSCI yang dijadwalkan Kamis dini hari juga dinanti pelaku pasar untuk menentukan strategi alokasi aset.

Follow www.infomandar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks