MAMUJU — Warga Kasambang menemukan bangkai paus dalam kondisi sudah membusuk di tepi pantai. Aroma yang keluar dari tubuh mamalia tersebut membuat aktivitas di sekitar pesisir terganggu. Anak-anak yang penasaran hanya menonton dari kejauhan karena tak tahan bau.
Warga menduga paus itu berjenis paus sperma. Dugaan tersebut belum bisa dipastikan karena masih memerlukan identifikasi dari instansi berwenang yang punya kompetensi soal satwa laut.
Bau Menyengat Bikin Warga Enggan Mendekat
Salah seorang warga Kasambang, Andi Nur Alim, menyebut bau bangkai paus sangat kuat. Warga sekitar memilih tidak mendekati lokasi.
"Baunya sangat menyengat. Warga enggan mendekat, anak-anak hanya menonton dari jarak jauh. Rencananya akan diseret kembali ke laut agar baunya tidak sampai mengganggu perkampungan," ujar Andi Nur Alim.
Menurut warga, keberadaan bangkai paus itu jadi perhatian karena lokasinya berada di kawasan pesisir yang tidak jauh dari aktivitas masyarakat. Bau yang semakin menyengat dikhawatirkan mengganggu kenyamanan warga jika bangkai tidak segera ditangani.
Warga Minta Pemeriksaan dan Penanganan Cepat
Warga berharap pihak terkait segera turun ke lokasi untuk memeriksa dan menentukan langkah penanganan yang tepat. Pemeriksaan diperlukan bukan hanya untuk memastikan jenis paus, tetapi juga mengetahui kondisi serta kemungkinan penyebab mamalia laut tersebut terdampar.
Penanganan bangkai paus dinilai perlu dilakukan secara hati-hati. Tujuannya agar tidak menimbulkan persoalan baru bagi lingkungan pesisir maupun masyarakat sekitar.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti penyebab paus tersebut terdampar di pesisir Kasambang. Langkah penanganan selanjutnya dari pihak berwenang juga masih menunggu informasi lebih lanjut.