MAMUJU — Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Barat Mustari Mula menyebut koleksi sastra dan novel di perpustakaan daerah itu tidak sekadar pelengkap rak buku. Menurutnya, keberadaan novel dan karya sastra menjadi daya tarik tersendiri bagi warga untuk datang dan menjadikan perpustakaan sebagai ruang membaca yang menyenangkan.
Promosi koleksi tersebut dilakukan pada Selasa, 29 September 2026. Sejumlah judul dari penulis populer Indonesia, seperti Tere Liye dan Kang Maman, masuk dalam daftar bahan pustaka yang diperkenalkan kepada masyarakat.
Koleksi Sastra Jadi Pintu Masuk Minat Baca
Mustari menilai novel dan sastra bisa menjadi pintu masuk bagi warga yang selama ini menganggap perpustakaan hanya menyediakan buku referensi. Koleksi itu, kata dia, dapat dinikmati sesuai minat masing-masing pengunjung.
"Perpustakaan tidak hanya menyediakan buku-buku referensi, tetapi juga memiliki berbagai koleksi sastra dan novel yang menarik untuk dibaca. Kami mengajak masyarakat untuk datang ke perpustakaan, memilih bacaan yang sesuai dengan minat, dan menjadikan membaca sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari," ujarnya.
Selain sebagai sarana memperoleh informasi dan pengetahuan, koleksi sastra dan novel dinilai dapat menjadi ruang untuk menikmati karya kreatif. Warga juga bisa memperkaya wawasan serta mengenal beragam cerita dan perspektif dari para penulis.
Perpusip Sulbar Harap Warga Manfaatkan Fasilitas
Perpusip Sulbar terus mendorong masyarakat memanfaatkan fasilitas dan koleksi yang tersedia. Upaya itu sejalan dengan semangat Gerakan Sulbar Mandarras yang digagas Gubernur Sulbar Suhardi Duka dalam membangun budaya literasi dan meningkatkan minat baca masyarakat Sulbar.
Melalui promosi koleksi secara berkelanjutan, Perpusip Sulbar berharap semakin banyak warga yang mengenal, mengunjungi, dan memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang belajar, membaca, serta mengembangkan wawasan.