Sumur Warga Pasangkayu Mengering, 42.200 Jiwa di 17 Desa Terdampak Kekeringan

Penulis: Fajar  •  Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:16:01 WIB
Sumur warga di Pasangkayu mengering akibat curah hujan rendah yang dipicu El Niño.

PASANGKAYU — Kekeringan yang dipicu fenomena El Niño membuat curah hujan sangat rendah dalam waktu panjang sehingga cadangan air tanah menipis. Sumur yang masih berair hanya menyisakan debit terbatas, bahkan keruh.

Warga pun kesulitan memperoleh air untuk minum, memasak, mandi, dan mencuci. Sebagian terpaksa membeli air bersih, menambah beban pengeluaran rumah tangga.

17 Desa Teridentifikasi, Potensi Meluas ke 12 Kecamatan

BPBD Kabupaten Pasangkayu mencatat 17 desa dan kelurahan sudah terdampak. Potensi kelangkaan air bersih diperkirakan meluas ke 12 kecamatan, 59 desa, dan empat kelurahan.

Kondisi ini berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan dan menurunkan kualitas hidup masyarakat jika kebutuhan air bersih tidak segera terpenuhi.

Peralatan Darurat yang Diusulkan BPBD Pasangkayu

Dalam laporan kebutuhan mendesak, BPBD Kabupaten Pasangkayu mengusulkan sejumlah peralatan untuk mendukung penanganan kekeringan:

  • Lima unit mesin Alkon untuk membantu distribusi air
  • Lima tandon berkapasitas 1.200 liter
  • Selang fleksibel berdiameter besar sepanjang 60 meter
  • 20 unit mesin bor sumur dalam untuk penyediaan sumber air bersih
  • 10 unit pompa air pertanian untuk kebutuhan air petani sawah
  • Lima unit generator set (genset) sebagai sumber listrik cadangan

Peralatan tersebut dibutuhkan untuk mendukung operasional penanganan kekeringan dan membantu masyarakat memperoleh akses air.

BPBD Sulawesi Barat Perkuat Koordinasi dengan Pemkab Pasangkayu

Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Barat Muhammad Yasir Fattah mengatakan pihaknya akan memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pasangkayu untuk memastikan kondisi terkini warga terdampak dan kebutuhan penanganan di lapangan.

"Informasi ini menjadi perhatian kita bersama. BPBD Sulawesi Barat akan memastikan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pasangkayu berjalan dengan baik, terutama untuk mengetahui kebutuhan riil masyarakat di setiap lokasi terdampak," kata Yasir.

Menurut Yasir, langkah penanganan dilakukan sesuai arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana, dengan mengutamakan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

BPBD Sulawesi Barat menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi melalui Pusdalops serta berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Pasangkayu dan pemerintah daerah setempat. Koordinasi itu dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat di setiap lokasi terdampak dapat diidentifikasi dan penanganan kekeringan berjalan terarah.

Reporter: Fajar
Sumber: editorial9.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top