Paus Terdampar di Pesisir Kasambang Mamuju, Warga Keluhkan Bau Menyengat dan Minta Penanganan Segera

Penulis: Yasir  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 11:46:00 WIB
Bangkai paus ditemukan dalam kondisi membusuk di pesisir Kasambang, Mamuju.

MAMUJU — Warga Kasambang menemukan bangkai paus dalam kondisi sudah membusuk di tepi pantai. Aroma yang keluar dari tubuh mamalia tersebut membuat aktivitas di sekitar pesisir terganggu. Anak-anak yang penasaran hanya menonton dari kejauhan karena tak tahan bau.

Warga menduga paus itu berjenis paus sperma. Dugaan tersebut belum bisa dipastikan karena masih memerlukan identifikasi dari instansi berwenang yang punya kompetensi soal satwa laut.

Bau Menyengat Bikin Warga Enggan Mendekat

Salah seorang warga Kasambang, Andi Nur Alim, menyebut bau bangkai paus sangat kuat. Warga sekitar memilih tidak mendekati lokasi.

"Baunya sangat menyengat. Warga enggan mendekat, anak-anak hanya menonton dari jarak jauh. Rencananya akan diseret kembali ke laut agar baunya tidak sampai mengganggu perkampungan," ujar Andi Nur Alim.

Menurut warga, keberadaan bangkai paus itu jadi perhatian karena lokasinya berada di kawasan pesisir yang tidak jauh dari aktivitas masyarakat. Bau yang semakin menyengat dikhawatirkan mengganggu kenyamanan warga jika bangkai tidak segera ditangani.

Warga Minta Pemeriksaan dan Penanganan Cepat

Warga berharap pihak terkait segera turun ke lokasi untuk memeriksa dan menentukan langkah penanganan yang tepat. Pemeriksaan diperlukan bukan hanya untuk memastikan jenis paus, tetapi juga mengetahui kondisi serta kemungkinan penyebab mamalia laut tersebut terdampar.

Penanganan bangkai paus dinilai perlu dilakukan secara hati-hati. Tujuannya agar tidak menimbulkan persoalan baru bagi lingkungan pesisir maupun masyarakat sekitar.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti penyebab paus tersebut terdampar di pesisir Kasambang. Langkah penanganan selanjutnya dari pihak berwenang juga masih menunggu informasi lebih lanjut.

Reporter: Yasir
Sumber: karabao.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top