JAKARTA — Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Gemilang Sukma, memimpin langsung pertemuan dengan pihak Bina An Naafi. Agenda utama mencakup evaluasi pelaksanaan tugas harian tenaga pendukung di lingkungan kantor perwakilan tersebut.
Pembahasan menyentuh kebutuhan operasional kantor yang bergantung pada tenaga kebersihan dan pengemudi. Kedua posisi itu disebut sebagai penopang utama aktivitas perkantoran dan pelayanan kedinasan di Jakarta.
SSH pegawai menjadi salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan. Penyesuaian standar ini diperlukan agar pengelolaan tenaga outsourcing selaras dengan ketentuan yang berlaku.
Pembahasan SSH menyangkut aspek administratif dan finansial. Badan Penghubung ingin memastikan tidak ada selisih antara kebutuhan riil di lapangan dengan standar yang ditetapkan pemerintah daerah.
Gemilang Sukma menegaskan posisi tenaga outsourcing cukup vital. Menurutnya, kelancaran aktivitas perkantoran sangat bergantung pada kesiapan tenaga pendukung.
"Karena itu, koordinasi dengan perusahaan penyedia tenaga kerja menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan tugas berjalan secara tertib dan sesuai kebutuhan," ucap Gemilang.
Pernyataan itu menegaskan bahwa koordinasi bukan sekadar formalitas administratif. Ada kebutuhan nyata untuk menjaga ritme kerja kantor perwakilan yang melayani berbagai urusan kedinasan dari Jakarta.
Badan Penghubung Daerah Sulawesi Barat berharap komunikasi dengan Bina An Naafi terus terbangun. Sinergi yang baik dinilai akan memudahkan penyelesaian berbagai persoalan teknis di lapangan.
Koordinasi rutin juga berfungsi sebagai jalur cepat ketika muncul kebutuhan mendesak. Misalnya penambahan personel atau penyesuaian beban kerja di periode tertentu.
Langkah ini bagian dari upaya menjaga efektivitas operasional kantor perwakilan. Pemenuhan tenaga pendukung menjadi salah satu faktor yang menentukan kualitas layanan kedinasan di Jakarta.