MAMUJU — Dua asesor KAKP diterima jajaran pengelola klinik di Mamuju untuk menelusuri dokumen, fasilitas, hingga simulasi pelayanan yang sudah disiapkan. Penilaian berlangsung satu hari penuh dengan pendekatan menyeluruh, bukan sekadar mengecek kelengkapan berkas.
Akreditasi sendiri merupakan proses penilaian eksternal oleh lembaga independen yang ditunjuk Kementerian Kesehatan. Tujuannya memastikan fasilitas pelayanan kesehatan memenuhi standar mutu yang ditetapkan sebelum beroperasi melayani pasien.
Tim asesor KAKP menjalankan empat tahap penilaian utama. Pertama, telusur dokumen untuk memeriksa kesesuaian administrasi dan prosedur yang telah disusun. Kedua, telusur fasilitas guna melihat langsung kondisi sarana dan prasarana pendukung pelayanan.
Ketiga, simulasi pelayanan yang menguji bagaimana prosedur diterapkan dalam situasi nyata. Keempat, wawancara dengan pihak-pihak terkait di lingkungan klinik untuk memastikan pemahaman standar pelayanan.
Rangkaian tersebut tidak berhenti pada pemeriksaan kesiapan awal. Asesor juga memastikan berbagai prosedur yang disiapkan dapat dijalankan secara konsisten saat pelayanan berjalan nanti.
Proses akreditasi menyentuh aspek yang lebih dalam dari kelengkapan fasilitas. Penilaian mencakup upaya membangun budaya mutu dan keselamatan pasien, kepatuhan terhadap prosedur, keterbukaan informasi, serta evaluasi dan perbaikan pelayanan berkelanjutan.
Bagi Al Wahdah Medical Center, survey ini menjadi tolok ukur kesiapan sebelum memperoleh sertifikat akreditasi. Sertifikat itu pula yang menjadi persyaratan resmi untuk membuka pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Sebelum kedatangan tim asesor, pengelola telah merampungkan sejumlah persiapan. Mulai dari penyediaan fasilitas hingga kelengkapan pendukung pelayanan yang dibutuhkan klinik.
Kehadiran Al Wahdah Medical Center diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Kebutuhan itu relevan bagi warga Mamuju yang membutuhkan alternatif fasilitas kesehatan di kota.
Dengan dimulainya survey akreditasi, Al Wahdah Medical Center Mamuju semakin dekat ke tahap akhir persiapan. Pembukaan layanan secara resmi menunggu hasil penilaian dan penerbitan sertifikat akreditasi dari lembaga yang ditunjuk Kementerian Kesehatan.